Peserta Kursus Banyak Terjebak Iklan di Internet

Lembaga Kursus Bahasa Inggris di Kampung Inggris, Pare, Kediri, sangat banyak. Ada sekitar 180 tempat kursus. Semua lembaga kursus di Pare, Kampung Inggris, menawarkan berbagai ragam program kursus. Semua dikemas dengan cara yang menarik. Tapi sayangnya, banyak sekali peserta kursus di Kampung Inggris, ikut kursus tanpa tahu betul lembaga yang akan dijadikan tempat belajar.

 Sebutlah Mirza. Ditemui Redaksi Kresna di salah satu warung makan di jalan Flamboyan, terlihat bingung. Dia datang dari Sulawesi Tengah tanpa tahu betul lembaga apa yang disinggahi. “Saya datang ke sini, Pare, Kampung Inggris, hanya dari informasi dari internet. Ternyata pas tanya-tanya ke beberapa teman yang sudah lama di Pare, saya salah pilih tempat kursus,” ujar Mirza.

 Mirza ke Pare untuk belajar Toefl. Dia lulusan salah satu perguruan tinggi di Sulawesi Tengah, jurusan akuntasi. Belajar Toefl untuk persiapan kuliah di Turki. Kondisi yang sama, pun dialami Lily. Lily datang dari Banjarmasin, Kalimantan. Dia pun tahu informasi kursus di Pare hanya lewat jaringan internet.

 “Saya mau ambil kursus IELTS. Persiapan untuk lanjut S2 di Australia. Sayangnya, setelah bayar uang DP dan datang ke tempat kursus IELTS, pengajarnya tak sesuai informasi di websnya. Nyesel,” tukas Lily.

 Saat ini beredar nama-nama lembaga kursus Bahasa Inggris di Pare, Kampung Inggris, yang menempati ranking pertama di situs google. Banyak yang terjebak dengan promosi di google. Persoalan promosi di google itu bergantung pada kemampuan sebuah lembaga membayar iklan promosi. Siapa yang berani jor-joran bayar iklan atau promosi, ia akan bisa menempati peringkat pertama di lama google.

                                   

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *